Senin, 17 Oktober 2011

Tidak Harus Menunggu Pemerintah

Hanya ada warna biru sejauh mata memandang. Dari kejauhan terlihat sebuah pulau yang tak berpenghuni, seperti sebuah titik. Kapal-kapal nelayan yang baru pulang dari melaut menambah pesona pantai. Ya, itulah yang dapat disaksikan di Pantai Padang pagi hari. Pantai ini berjarak sekitar 200 meter dari Fakultas Bahasa Sastra dan Seni UNP. Cukup dengan berjalan kaki saja, kita dapat menemukan pantai tersebut.
Tidak banyak yang mengunjungi pantai ini di pagi hari. Namun beberapa mahasiswa, siswa SD, dan orang yang tinggal di sekitar pantai kerap mengunjungi pantai ini pagi atau sore hari. Berbagai kegiatan yang dilakukan pengunjung di sana. Ada yang membeli makanan di warung dekat pantai dan menikmatinya sambil memandang ke laut bebas. Ada yang membawa buku bacaan dan membacanya samil menikmati udara di tepi pantai. Ada juga yang dating bersama teman-teman mereka dan bersenda gurau bersama. Ada yang datang sendiri, ada pula yang datang bersama keluarga atau teman mereka.
Para siswa SD maupun Sekolah Menengah sering melakukan proses belajar mengajar di pantai ini. Dengan bimbingan guru bidang studi yang berkaitan, mereka belajar mengenai pantai dan apa yang terdapat di pantai. Seperti yang terlihat pagi ini, siswa SD bersama seorang guru sedang mempelajari batuan dan hubungannya dengan pantai. Jadi, pantai Padang juga menjadi semacam media pembelajaran bagi beberapa bidang studi.
Di bibir pantai terdapat tumpukan batu-batu besar yang berjarak sama satu dengan yang lainnya. Beberapa pengunjung pantai sering menggunakan ini sebagai background foto mereka. Di sebelah timur pantai terlihat perkampungan penduduk. Pohon-pohon tumbuh diselang-selingi oleh rumah penduduk. Di sebelah barat, terdapat hutan yang tidak begitu lebat. Sementara di sebelah utara, hanya ada lautan yang biru. Menyatu dengan birunya langit. Selain itu juga ada beberapa warung yang menjual makanan. Beberapa pengunjung membeli makanan di sana. Sayangnya, banyak diantara mereka yang tidak peduli dengan kebersihan pantai. Mereka membuang sampah jajanan mereka sembarangan, sehingga banyak sekali sampah bertebaran di sekitar pantai tersebut.
Andai saja setiap pengunjung mengerti tentang betapa pentingnya menjaga dan merawat alam, tentu pantai tersebut akan tetap bersih terawat. Dan sepertinya tidak ada uluran tangan pemerintah dalam hal ini. Buktinya tidak ada petugas kebersihan yang menjaga kebersihan pantai. Tapi bukankah kita bisa memulainya dari diri sendiri? Kalau hanya menunggu pemerintah, sampai kapan? Sementara, pantai terabaikan.

0 komentar:

Posting Komentar