Kamis, 27 Oktober 2011


Manfaat Puasa Secara Medis, Mental, Sosial, dan Psikologis

1.    Manfaat secara medis
·         Untuk menghilangkan atau detoksifikasi racun dalam tubuh
Jika diibaratkan sebagai sebuah gudang bahan makanan yang besar, yang dalam kesehariannya gudang tersebut selalu diisi dengan berkarung-karung beras, tetapi yang diambil selalu bagian atasnya saja, maka lama-kelamaan bagian yang di bawahnya akan membusuk. Begitu pula halnya dengan tubuh manusia. Penimbunan zat makanan akan jadi bahan beracun bagi tubuh.
Dengan berpuasa, kita dapat meminimalisir penimbunan makanan itu. Hal itu dapat dibuktikan dengan hal berikut. Ketika sahur dan berbuka, jangan memakan makanan dengan porsi yang berlebihan. Sehingga, penimbunan makanan di dalam tubuh terminimalisir.
·         Puasa menyehatkan tubuh melalui proses peremajaan sel
Pada proses pencernaan manusia, gizi (makanan) yang kita masukkan ke dalam tubuh akan dicerna oleh usus. Salah satu gizi tersebut adalah protein. Pada proses pencernaan tersebut, protein menghasilkan sel-sel bagus sekaligus membentuk protein cacat yang merupakan sampah dalam tubuh.
Dalam tubuh ada proses autofagi, yaitu proses pencernaan dan pengeluaran sampah dari sel. Autofagi bekerja baik pada saat tubuh kelaparan. Kelaparan menyebabkan tumpukan protein cacat (sampah) didaurulang kembali menjadi sel-sel baru. Sehingga, semakin tubuh dibuat lapar, semakin baik kerja autofagi, dan semakin banyak daur ulang sel-sel yang rusak. Peremajaan sel itu membuat manusia sehat.
·         Puasa menurunkan kadar gula dan kolesterol  dalam darah
Puasa tentu saja mengurangi aktivitas makan kita. Sehingga kadar gula dalam darahterpelihara. Untuk itu penderita diabetes, obesitas (kegemukan), dan hiperkolesterol dianjurkan berpuasa.
·         Puasa member perlindungan terhadap fungsi ginjal
Penghentian konsumsi air selama berpuasa sangat efektif dalam meningkatkan konsentrasi urin dalam ginjal sekaligus meminimalkan kadar air dalam darah. Ini memicu kerja mekanisme local pembuluh darah dan memicu fungsi kerja sel darah merah.

2.   Manfaat secara mental
·         Hasil penelitian nicolayev (psikiatri Moskow) menyebutkan  bahwa puasa menyembuhkan penyakit kejiwaan lebih baik dari mengkonsumsi obat-obatan .
·         Puasa menyembuhkan insomnia dan mengurangi rasa tidak percaya diri. Puasa mengajarkan kita untuk kuat/tegar dalam menjalani kehidupan.
·         Puasa meningkatkan kecerdasan.
Ini berawal dari manfaatnya dalam mengurangi rasa tidak percaya diri seseorang. Puasa mengajarkan kita untuk kuat dan bersemangat, sehingga orang yang berpuasa bekerja lebih baik dan lebih berhasil dalam pekerjaannya.
3.    Manfaat di bidang social
·         Dengan berpuasa seseorang dapat menyisihkan sebagian uang untuk keperluan belanjanya. Dengan uang tersebut, ia dapat membantu orang-oarang yang kekurangan dan orang-orang yang membutuhkan.
·         Puasa juga sebagian dari bentuk pengendalian diri. Pengendalian diri yang baik akan melahirkan jiwa yang sehat. Saat terbentuk jiwa-jiwa yang sehat akan terwujud lingkungan social yang menyenangkan.
·         Mengingat dan merasakan penderitaan orang lain. Ini menimbulkan solidaritas kita kepada kaum muslim lain yang  mengalami penderitaan, seperti kelaparan, kamiskinan, dan sebagainya.
·         Puasa membiasakan kita untuk berbuat baik, tidak berkata-kata kotor, tidak melakukan ghibah, sehingga kerukunan bersaudara tidak tergangggu.
4.   Manfaat secara psikologis
·         Saat puasa terjadi peningkatan komunikasi psikososial antara manusia dan Sang Khalik. Kualitas dan kuantitas ibadah bertambah. Ini menyebabkan peningkatan pada komunikasi antar sesame manusia, yang kemudian melahirkan jiwa yang damai, tenteram, dan bahagia.
·         Puasa melatih kesabaran, mengajari cara menguasai diri, menguatkan kemauan, dan memperkokoh ketaqwaan.
·         Dengan berpuasa kita lebih termotivasi untuk berdzikir (mengingat Allah). Sebab, ketika berpuasa, otomatis kita  menahan haus dan lapar. Ini mendorong kita untuk menyadari nikmat Allah dan menimbulkan keinginan untuk bersyukur.

0 komentar:

Posting Komentar